Jangan Campurkan Obat Ini dengan Kopi! Efeknya Akan Sirna


,

JAKARTA – Untuk kebanyakan orang,
kopi
Merupaakan sebagian dari kebiasaan sehari-hari mereka. Kopi mampu menyediakan suntok energi yang diperlukan untuk mengawali hari, serta memiliki manfaat kesehatan yang mungkin ada.

Akan tetapi, sebuah kelemahan dari secangkir kopi pada waktu sarapan adalah kopi bisa saja bertabrakan dengan beberapa jenis obat, terlebih lagi bila dikonsumsi di pagi hari.

Terdapat berbagai metode unik tentang bagaimana kopi bisa bersinggungan dengan sejumlah obat. Berdasarkan pengetahuan apoteker, kopi mampu memodifikasi proses penyerapan, pemecahan, dan pengeluaran obat-obatan tertentu dalam tubuh.

Menurut ahli farmasi Jennifer Bourgeois, diketahui
EatingWell,
Kopi bisa mempercepat kosongnya perut, sehingga mungkin membuat obat berpindah dalam tubuh sebelum sempurna diserap.

Kopi turut bersaing dengan obat-obatan yang tergantung pada enzim liver seperti CYP1A2, yang bisa jadi akan mengubah konsentrasi obat di dalam peredaran darah—entah itu meningkatkan ataupun menurunkannya.

Tetap tenang, hal itu tidak berarti Anda harus menghindari kopi sama sekali. Namun, bisa jadi diperlukan penyesuaian pada jam meminum obat serta saat menikmati secangkir kopi.

Berikut adalah beberapa tipe obat-obatan yang sesuai dengan peringatan para profesional kesehatan mungkin akan bereaksi dengan secangkir kopi di pagi hari Anda:

1. Antidepresan

Apabila doktermu mengeluarkan resep untuk obat anti-depresi, lebih baik jangan konsumsi kopi secara langsung seusai minum obat tersebut agar efektivitasnya tetap terjaga.

Sebagai contoh, kafein pada kopi bisa membuat ikatan dengan obat antidepresan bernama escitalopram (Lexapro). Akibatnya, penyerapan zat ini oleh tubuh menjadi terhambat. Dengan demikian, kadar obat yang terserap berkurang dan kemungkinannya untuk bekerja secara optimal juga berkurangi.

Obat antidepresan lainnya seperti clomipramine dan imipramine juga diproses oleh enzim yang sama (dinamakan CYP1A2), serupa dengan cara tubuh memproses kafein. Oleh karena itu, apabila Anda minum kopi bersama obat-obatan ini, zat aktif pada obat mungkin tidak termetabolis secara efektif, sehingga bisa meningkatkan tingkat obat dalam aliran darah Anda selama periode waktu yang lebih panjang.

Sebaliknya, interaksi tersebut bisa memperkuat dampak kafein sehingga menyebabkan rasa cemas dan tidak tenang.

2. Obat Tiroid

Hipotiroidisme merupakan situasi dimana kelenjar tiroid (struktur berbentuk seperti sayap sutra terletak di depan leher) gagal memproduksi jumlah hormon tiroid yang cukup. Kekurangan hormon ini dapat menyebabkan rasa letih ekstra, sakit pada persendian dan otot, depresi, hingga bertambahnya bobot tubuh.

Bourgeois menyatakan bahwa penyerapan obat levotiroksin, yang dipakai untuk menangani hipotiroidisme, bisa berkurang dengan drastis apabila diambil bersamaan dengan kopi.

Sejumlah studi bahkan menyatakan bahwa kopi dapat mengurangi penyerapan obat sebanyak 50 persen.

“Ini bisa menghasilkan tingkat hormon tiroid yang berfluktuasi serta gejala-gejala kontinu seperti keletihan atau kesulitan berkonsentrasi. Karena alasan tersebut, dokter merekomendasikan agar pasien menanti antara 30 sampai 60 menit sebelum meminum kopi usai konsumsi obat tiroid,” jelasnya.

3. Obat Osteoporosis

Obat-obatan yang dipakai untuk menyembuhkan osteoporosis, misalnya risedronat serta alendronat, sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan kopi.

“Apakah itu berupa produk yang memiliki kafein, tidak ada kafein sama sekali, ataupun cuma susu atau jus, semuanya bisa menurunkan penyerapan obat dikarenakan bagaimana zat aktif dalam obat tersebut bereaksi dan larut. Langkah termudah dan paling bijaksana adalah tetap meminum obat ini menggunakan air biasa,” jelas Bourgeois.

4. Obat untuk pilek dan alergi

Pseudoefedrin (Sudafed) merupakan obat pengurang sumbatan hidung yang bisa didapatkan tanpa perlu resep dokter guna membantu meredakan gejala hidung tersumbat disebabkan oleh flu atau alergi.

Seperti halnya kafein, pseudoefedrin pun termasuk dalam golonganstimulan. Oleh karena itu, apabila dikonsumsi bersamaan dengan kopi, efek sampingnya bisa menjadi lebih berat, menyebabkan rasa cemas dan ketidaknyamanan yang meningkat pada diri Anda.

Penderita diabetes juga harus ekstra hati-hati saat mengonsumsi kafein bersamaan dengan obat ini, beberapa penelitian menemukan bahwa menggabungkan keduanya dapat meningkatkan gula darah dan suhu tubuh.

5. Obat Antipsikotik

Pengguna obat antipsikotik seperti fenotiazin, klozapin, haloperidol, atau olanzapin mungkin harus memperhatikan jadwal konsumsi kopi pada pagi hari mereka.

Kopi bisa menghambat proses penyerapan tubuh terhadap obat-obatan tersebut.

Sebagai contoh, clozapine berebut perhatian enzim hati sama seperti kopi. Apabila obat ini tak bisa diproses secara metabolisme dalam tubuh, maka akan berkurang tingkat keefisiensinya.

Studi tersebut mengungkapkan bahwa tingkat plasmanya clozapine naik sebesar 97% ketika dikonsumsi bersamaan dengan minuman yang berisi antara 2 sampai 3 cangkir kopi (kira-kira 400 miligram kafein).

6. Obat Asma

Apabila Anda mengalami asma, sebuah keadaan yang bisa menyebabkan saluran pernapasan menjadi bengkak dan iritasi, dokter atau profesional kesehatan Anda kemungkinan akan memberikan obat bronkodilator semisal aminofilin atau teofilin.

Obat-obatan tersebut melemaskan otot-otot pada jalur pernapasan Anda, membuat proses bernafas menjadi lebih ringan. Dampak tidak diinginkan yang sering terjadi antara lain adalah rasa mual, nyeri di kepala, kegelisahan, serta sensitivitas meningkat.

Memakan jumlah besar kafein, entah itu dari kopi, teh, atau minuman bergula, bisa memperburuk dampak negatif yang mungkin timbul akibat penggunaan obat tersebut.

7. Pengencer Darah

Obat pencair darah umumnya dianjurkan untuk orang-orang yang berpotensi menghadapi penyumbatan darah pasca-prosedur bedah atau mereka yang memiliki masalah kardiovaskular atau perdarahan spesifik.

Obat-obatan tersebut menghambat pembekuan darah sehingga dampak samping terkait yang sering dialami adalah peningkatan risiko perdarahan.

Memakan obat-obatan tersebut sambil minum kopi bisa membawa bahaya sebab kafein di dalam kopi pun mampu menghambat proses pembekuan darah, sehingga menambah peluang terjadinya perdarahan atau memar.

Di samping itu, studi sudah mengungkap bahwa konsumsi kopi bisa menurunkan tingkat keasaman di perut Anda, hal ini mungkin memperpanjang waktu absorpsi obat antikoagulan lain seperti aspirin.

Seiring dengan penyerapan kopi yang lebih cepat, semakin banyak zat farmasi yang mencapai sistem tubuh secara bersamaan, hal ini bisa memperbesar risiko perdarahan.

Banyak orang antusias ingin langsung mencicipi segelas kopi pada awal hari. Walaupun minuman ini memiliki berbagai keuntungan bagi kesehatan, tetapi lebih bijaksana jika kita memastikan bahwa kopi tidak bertentangan dengan obat-obatan yang sedang diminum.

Apabila Anda tengah menggunakan salah satu jenis obat tersebut, kemungkinan besar harus memperhatikan jadwal konsumsi kopi serta pil yang dikonsumsi. Lebih baik lagi jika Anda membicarakannya dengan tenaga medis supaya masih dapat menikmati segelas kopi tanpa cemas akan penurunan efektivitas obat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *