JAKARTA,
Rutinitas diet yang benar dapat mempercepat proses pembakaran lemak dalam tubuh.
Dengan mengejar jenis nutrisi spesifik, proses pemecahan zat dalam tubuh dapat dipercepat, yang membuat pembakaran kalori menjadi lebih optimal, termasuk saat Anda sedang istirahat.
Beberapa jenis makanan dapat memicu efek termogenik yang membuat tubuh membakar lemak dengan cara alami lebih banyak.
Menurut situs Healthline, berikut adalah sejumlah jenis makanan yang bisa mendukung proses pembakaran lemak:
1. Telur
Telur bisa mempercepat metabolisme hingga 20 sampai 35 persen dalam beberapajam setelah dimakan.
Selain itu, telur dapat mempercepat proses metabolisme energi selama penyerapan protein.
Mengonsumsi tiga butir telur beberapa kali dalam satu minggu bisa mendukung proses pembakaran lemak dan sekaligus menimbulkan rasa kenyang.
Dengan memenuhi kebutuhan protein sejalan dengan asupan nutrisi harian, Anda bisa mendukung pengaturan atau pencapaian berat badan yang ideal.
2. Gandum
Berikutnya, makanan yang bisa mendukung proses pembakaran lemak adalah biji gandum utuh.
Konsumsi makanan ini tinggi serat yang dapat menghambat proses pencernaan, menjadikan Anda merasa kenyang lebih awal, serta mencegah overeating.
Pencernaan makanan kaya serat seperti gandum mengharuskan tubuh menggunakan lebih banyak energi (dikenal sebagai efek termik dari makanan), dan hal ini dapat secara perlahan menambah jumlah kalori yang terbakar oleh tubuh.
Gandum punya angka indeks glikemik rendah, jadi bisa menstabilkan tingkat glukosa dalam darah dan mencegah penumpukan lemak karena kenaikan insulin.
3. Apel dan pir
Apel serta pir tergolong sebagai buah-buahan yang bisa mendukung proses pembakaran lemak.
kedua jenis buah tersebut sama-sama kaya akan flavonoid, yaitu zat antioksidan yang bisa membantu mengontrol proses pemecahan lemak, mencegah inflamasi, serta memperbaiki kepekaan insulin dalam tubuh.
Di samping itu, apel serta pir memiliki kadar serat yang tinggi, terlebih lagi serat yang dapat larut seperti pektin yang berfungsi untuk mengurangi kecepatan proses pencernaan sehingga membuat perut merasa kenyang lebih lama.
Studi juga menyatakan bahwa individu yang secara teratur memasukkan makanan tinggi flavonoid ke dalam diet mereka cenderung memiliki kondisi metabolisme yang lebih baik dan jarang mengalamai kenaikan berat badan dari waktu ke waktu.
4. Cabai
Cabe juga kaya akan antioksidan yang mampu meredam inflamasi dan membantu menjaga sel-sel dalam tubuh agar terlindungi dari kerusakan.
Menurut studi, zat antosianid yang disebut capsaiksin pada cabai bisa membuatmu merasa kenyang serta menghindari konsumsi berlebihan.
Maka dari itu, cabai merupakan jenis makanan yang membantu dalam pengbakaran kalori dan lemak pada tubuh.
5. Kacang polong
Kacang polong kaya dengan vitamin, mineral, serta serat. Jenis kacang berwarna hijau ini pun memiliki protein kompleks yang bisa menjadi sumber energi yang bagus.
Studi tahun 2011 di jurnal Nutrisi menyatakan bahwa protein yang ada dalam kacang polong lebih efektif dalam mengurangi rasa lapar dibandingkan dengan whey protein yang berasal dari susu.
6. Greek yoghurt
Yoghurt Yunani kaya akan beragam vitamin, mineral, serta probiotik.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrisi menyatakan bahwa meminum yoghurt dengan kandungan protein tinggi bisa membantu mengontrol rasa lapar, meredam keinginan untuk makan, serta mengurangi total kalori yang dikonsumsi.
Protein pada makanan tersebut pun bisa meningkatkan proses pengbakaran lemak dalam tubuh, yang akan membantu mengurangi berat badan secara menyeluruh.
7. Ikan berlemak sehat
Ikan yang kaya akan lemak sehat, seperti salmon, sarden, tuna, serta makarel, pun disaranakan sebagai pilihan makanan untuk membakar lemak.
Sebab itu, ikan tersebut kaya akan asam lemak omega-3 yang berfungsi untuk menurunkan tingkat kelebihan lemak dalam tubuh.
Di samping itu, ikan bergizi ini mengandung banyak protein yang dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama serta mendukung peningkatan kecepatan metabolisme dalam tubuh.